Wednesday, March 19, 2014

PostHeaderIcon Teori Kepribadian Sehat

1. Aliran Psikoanalisis
      Cabang ilmu ini dikembangkan oleh Sigmund Freud  dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Sigmund Freud sendiri dilahirkan di Moravia pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939.  Pada mulanya istilah psikoanalisis hanya dipergunakan dalam hubungan dengan Freud saja, sehingga "psikoanalisis" dan "psikoanalisis" Freud sama artinya. Bila beberapa pengikut Freud dikemudian hari menyimpang dari ajarannya dan menempuh jalan sendiri-sendiri, mereka juga meninggalkan istilah psikoanalisis dan memilih suatu nama baru untuk menunjukan ajaran mereka. Contoh yang terkenal adalah Carl Gustav Jung  dan Alfred Adler, yang menciptakan nama psikologi analitis (Analitycal Psychology)  dan Psikologi Individual (Individual Pcychlogy)  bagi ajaran masing-masing.
Psikoanalisis memiliki tiga penerapan :
  1. suatu metoda penelitian dari pikiran.
  2. suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia.
  3. suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional.
Dalam cakupan yang luas dari psikoanalisis ada setidaknya 20 orientasi teoretis yang mendasari teori tentang pemahaman aktivitas mental manusia dan perkembangan manusia. Berbagai pendekatan dalam perlakuan yang disebut "psikoanalitis" berbeda-beda sebagaimana berbagai teori yang juga beragam. Psikoanalisis Freudian, baik teori maupun terapi berdasarkan ide-ide Freud telah menjadi basis bagi terapi-terapi moderen dan menjadi salah satu aliran terbesar dalam psikologi. Sebagai tambahan, istilah psikoanalisis juga merujuk pada metoda penelitian terhadap perkembangan anak.
  •  Aliran ini melihat hanya dari sisi negatif individu, alam bawah sadar (id,ego,superego), mimpi, masa lalu.
  • Aliran ini terbatas karena mengabaikan sisi potensi yang dimiliki individu.
  • Melihat dari sisi sakit sebagai kodrat manusia yang negatif (neurotis, psikotis).
  • Memberikan gambaran pesimistis tentang kodrat manusia, dalam hal ini manusia adalah korban dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak.
  • Manusia dipandang pincang karena dalam hal ini hanya sisi negatif saja yang di soroti.
2. Aliran Behavioristik
    Behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B. Watson pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subyek tunggal psikologi. Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental. Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. 
 Ciri-cirinya adalah :
  • Tersusun baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, dan kreatifitas
  • Behaviouristik memanggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri. Jadi individu adalah manusia biasa yang memberikan respon positif terhadap stimulus dari luar/lingkungan.

3. Aliran Humanistik
    Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah. Aliran ini biasa disebut mazhab ketiga setelah Psikoanalisa dan Behaviorisme. Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang bapak dari psikologi humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi behavoristik dan psikoanalisi. Maslow pun memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan cirri-ciri eksistensinya. Psikologi humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh psikologi humanistik memandang behaviorime mendehumanisasi manusia. Psikologi humanistik mengarahklan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut psikologi humanistik manusia adalah makhluk yang kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran. Salah satu bagian dari humanistik adalah logoterapi. Logoterapi adalah sebuah corak pandangan psikologi yang sering di kelompokkan ke dalam psikologi humanistik. Psikologi humanistik menemukan adanya dimensi raga (somatis) dan dimensi kejiwaan (psikis) yaitu dimensi neotic. Pandangan ini berprinsip:
  •  Hidup memiliki makna, bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun.
  •  Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri.
Teori Kepribadian Sehat Menurut para Tokoh

      Allport

Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.
Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:
  1. Ekstensi sense of self
    -Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
    -Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
    -Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
  2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain
    Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang)
  3. Penerimaan diri
    Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal : mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
  4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
    Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
  5. Objektifikasi diri: insight dan humor
    Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
  6. Filsafat Hidup
    Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti.
      Rogers 

Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks, otonom, sosial, sdan secara keseluruhan semakin aktualisasi diri. Rogers menyatakan bahwa self berkembang secar utuh-keseluruhan, menyentuh semua bagian-bagian. Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif, dan penyaringan tingkah laku yang disadari agar tetap sesuai dengan struktur self sehingga dirinya berkembang menjadi pribadi yang berfungsi utuh.
Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya. Rogers menggambarkan 5 ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut :
  1. terbuka untuk mengalami (openess to experience);
  2. hidup menjadi (existential living);
  3. keyakinan organismik (organismic trusting);
  4. pengalaman kebebasan (experiental freedom);
  5. kreativitas (creativity)

      Maslow 
  1. Kebutuhan Fisiologis
    Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat estrim (misalnya kelaparan) bisa manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu. Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs).
  2. Kebutuhan Rasa Aman
    Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya. Karena adanya kebutuhan inilah maka manusia membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pensiun dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif.
  3. Kebutuhan Dicintai dan Disayangi
    Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness and love needs). Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dan dicintai. Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya “akar” dalam masyarakat. Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll. Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga. Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan.
  4. Kebutuhan Harga Diri
    Di sisi lain, jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain. Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization).
  5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
    Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.

Erich Fromm 

1.      Cinta yang produktif 
cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang perhatian, tanggung jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai orang-orang lain berarti memperhatikan (dalam pengertian memelihara mereka), sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka. 
2.      Pikiran yang produktif 
Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya. Fromm percaya bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh masalah. 
3.      kebahagiaan 
Kebahagiaan merupakan prestasi (kita) yang paling hebat. 
4.      Suara hati 
Fromm membedakan dua tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis.



Sumber 
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoanalisis
http://siskamega.blogspot.com/2013/04/teori-kepribadian-sehat-menurut-para.html


NAMA  : Nurul Reikhana Selvya
NPM     : 15512546
KELAS : 2PA12


Monday, December 30, 2013

PostHeaderIcon Komunikasi Interpersonal



Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal oleh Devito dalam Liliweri  (1991, 112) didefinisikan sebagai pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik secara langsung. Selanjutnya bahwa komunikasi interpersonal, individu selain menunjukkan perhatian juga menunjukkan seberapa jauh perhatian itu diberikan. Semakin besar interaksi interpersonal yang ada menunjukkan semakin besar perhatian seseorang pada orang lain yang diajak komunikasi, sebaliknya semakin sedikit komunikasi interpersonal yang terjadi semakin kecil orang memperhatikannya.

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terkandung dalam tatap muka dan saling mempengaruhi, mendengarkan, menyampaikan pernyataan, keterbukaan, kepekaan yang merupakan cara paling efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal

Menurut Lunandi (1994, 85) ada enam faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal. Faktor-faktor tersebut adalah :

1. Citra Diri (Self Image) 

Setiap manusia merupakan gambaran tertentu mengenai dirinya, status sosialnya, kelebihan dan kekurangannya. Dengan kata lain citra diri menentukan ekspresi dan persepsi orang. Manusia belajar menciptakan citra diri melalui hubungannya dengan orang lain, terutama manusia lain yang penting bagi dirinya.

2. Citra Pihak Lain (The Image of The Others) 

Citra pihak lain juga menentukan cara dan kemampuan orang berkomunikasi. Di pihak lain, yaitu orang yang diajak berkomunikasi mempunyai gambaran khas bagi dirinya. Kadang dengan orang yang satu komunikatif lancar, tenang, jelas dengan orang lainnya tahu-tahu jadi gugup dan bingung. Ternyata pada saat berkomunikasi dirasakan campur tangan citra diri dan citra pihak lain.

3. Lingkungan Fisik

Tingkah laku manusia berbeda dari satu tempat ke tempat lain, karena setiap tempat ada norma sendiri yang harus ditaati. Disamping itu suatu tempat atau disebut lingkungan fisik sudah barang tentu ada kaitannya juga dengan kedua faktor di atas.

4. Lingkungan Sosial

Sebagaimana lingkungan, yaitu fisik dan sosial mempengaruhi tingkah laku dan komunikasi, tingkah laku dan komunikasi mempengaruhi suasana lingkungan, setiap orang harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan tempat berada, memiliki kemahiran untuk membedakan lingkungan yang satu dengan lingkungan yang lain.

5. Kondisi

Kondisi fisik punya pengaruh terhadap komunikasi yang sedang sakit kurang cermat dalam memilih kata-kata. Kondisi emosional yang kurang stabil, komunikasinya juga kurang stabil, karena komunikasi berlangsung timbal balik. Kondisi tersebut bukan hanya mempengaruhi pengiriman komunikasi juga penerima. Komunikasi berarti peluapan sesuatu yang terpenting adalah meringankan kesesalan yang dapat membantu meletakkan segalanya pada proporsi yang lebih wajar.

6. Bahasa Badan

Komunikasi tidak hanya dikirim atau terkirim  melalui kata-kata yang diucapkan. Badan juga merupakan medium komunikasi yang kadang sangat efektif kadang pula dapat samar. Akan tetapi dalam hubungan antara orang dalam sebuah lingkungan kerja tubuh dapat ditafsirkan secara umum sebagai bahasa atau pernyataan.

Aspek-aspek Komunikasi Interpersonal

Beberapa aspek  penting yang mendukung keberhasilan komunikasi interpersonal, yaitu :

1. Rasa Percaya

Dengan adanya rasa percaya ini menjadikan orang lain terbuka dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya terhadap individu, sehingga akan terjalin hubungan yang akrab dan berlangsung secara mendalam.

2. Sikap Suportif 

Yang akan tampak dalam sikap ini adalah sebagai berikut :
  • Deskripsi, artinya penyampaian perasaan dan persepsi tanpa menilai.
  • Orientasi masalah adalah mengkomunikasikan keinginan untuk bekerja sama mencari pemecahan masalah. 
  • Spontanitas, yaitu sikap jujur dan tidak mau menyelimuti motif yang terpendam.
  • Empati adalah merasakan apa yang dirasakan orang lain.
  • Persamaan adalah sikap yang menganggap sama derajatnya, menghargai dan menghormati perbedaan pandangan dan keyakinan yang ada.
  • Profesionalisme adalah kesediaan untuk meninjau kembali pendapatnya dan bersedia mengakui kesalahan.

3. Sikap Terbuka

Sikap terbuka amat besar pengaruhnya dalam berkomunikasi yang efektif. Adapun karakteristik orang terbuka, sebagai berikut :
  • Menilai pesan secara objektif.
  • Berorientasi pada isi.
  • Mencari informasi dari berbagai sumber.
  • Lebih bersifat profesional dan bersedia merubah kepercayaan.
  • Mencari pengertian pesan yang tidak sesuai dengan rangkaian kepercayaan. 

Devito dalam Rakhmat (1988, 171) mengemukakan adanya lima aspek komunikasi interpersonal yang efektif, yaitu :
  1. Keterbukaan (Openess)
  2. Empati (Empathy)
  3. Dukungan (Supportness)
  4. Rasa Positif (Positiveness)
  5. Kesamaan (Equality)
KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas, dapat mengambil kesimpulan bahwa aspek-aspek komunikasi interpersonal adalah kemampuan untuk mengirim pesan-pesan kepada orang lain secara akrab, dialogis, saling memahami, saling pengertian dengan efek dan umpan balik langsung. Melalui komunikasi ini diharapkan dapat mengubah sikap, pendapat dan prilaku seseorang. Banyak tujuan dari komunikasi model interpersonal, tetapi pada hakikatnya setiap bentuk komunikasi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan komunikasi interpersonal adalah memanusiakan orang, asumsinya karena kita secara langsung bertemu dan mengadakan interaksi dengan orang lain (komunikasi semacam ini, mampu memberikan adanya rasa support, mengakui, menghargai, dan menghormati orang lain). Komunikasi interpersonal terbukti mampu mengubah khalayak atau individu dengan pendekatan – pendekatan yang dilakukan dengan cara sangat personal. Kekurangan komunikasi model interpersonal salah satunya adalah tidak dapat diaplikasikan ketika kita berelasi dengan orang yang jumlahnya banyak, atau ketika kita berelasi dengan pihak – pihak yang terkait dengan media dan institusi yang lebih mengarah pada sistem yang kuat.

SUMBER

Lunandi, A.G., 1994, Komunikasi Mengenai : Meningkatkan Efektivitas Komunikasi antar Pribadi, Kanisius, Yogyakarta. 
Rakhmat,1988, Psikologi Komunikasi, CV. Remaja Karya, Bandung.


Monday, October 7, 2013

PostHeaderIcon Psikotes yang ada di Internet


Psikotes yang ada di Internet
1.PENDAHULUAN
                Pada saat ini psikotes banyak diminati oleh masyarakat kita, mulai dari ingin tes masuk kerja atau yang ingin mengikuti ujian saringan masuk sekolah atau jurusan ada juga yang hanya sekedar untuk mengetahui dari tes tersebut atas dirinya sendiri. Banyak perusahaan menggunakan psikotes sabagai salah satu tes penerimaan calon pegawai, sehingga seseorang akan dinilai cocok atau tidaknya dengan pekerjaan yang akan dihadapi. Tes psikotes ini sangat unik karena tidak hanya menguji keampuan dan pengetahuan seseorang dalam bidang tertentu tetapi tes psikotes ini dapat menguji ketahanan, kesabaran, kedisiplinan bahkan kejujuran seseorang dapat diketahui melalui tes psikotes ini. Saat ini jika seseorang ingin melakukan tes psikotes tidak perlu bingung lagi harus kemana karena ditoko-toko buku sudah banyak yang menjual buku-buku soal-soal tes psikotes berserta tips dan triknya , bahkan sekarang tes psikotes bisa dilakukan dengan menggunakan internet (online) yang hasilnya bisa keluar beberapa detik setelah melakukan psikotes.

2.TEORI
                Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari prilaku dan fungsi mental manusia dengan berbagai metode, prosedur standar dan sistimatis dalam menyelidiki, mendalami mengobsevasikan mendeskripsikan prilaku dan proses mental. Untuk mendapatkan hasil tersebut psikologi didukung dengan berbagai alat atau instrumen yang dikenal masyarakat umum sebagai psikotes dan disebut juga dengan istilah pemeriksaan psikologi.
                Tes psikologi atau yang lebih dikenal dengan psikotes adalah alat untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini bisa berbentuk tulis dan visual atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Psikotes itu sendiri diciptakan oleh pakar psikologi untuk menggambarkan kepribadian seseorang mulai dari dari keampuan kognitifnya, kondisi emosinya. Hal ini mengingat kebutuhan akan kemampuan tertentu dalam sebuah pekerjaan seperti ketelitian,  kreativitas dan lain-lain. Psikotes merupakan tes osikologi seseorang dimana dari hasil tes itu diketahui sifat orang yang dites. Dalam melamar pekerjaan pasti melewati tahap ini sehingga seseorang akan dinilai cocok atau tidaknya dengan pekerjaan yang akan dihadapi. Tes ini dapat dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Istilah keren dari psikotes yaitu psychological assessment yang merupakan proses pengumpulan dan pengintergrasian data individu dengan tujuan melakukan evaluasi psikologis, jadi proses ini menggunakan alat bantu seperti tes, wawancara, studi kasus, observasi dan pengukuran lainnya.
Tujuan dan Fungsi Psikotes
Tes psikotes  digunakan untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan secara mental, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, intelegensi, atau bahkan fungsi neurologis. Kemampuan seperti ini hanya bisa diketahui melalui psikotes. Psikotes dapat dilakukan pada bermacam tujuan seperti rekrutmen dala perusahaan, mengetahui minat dan bakat anak/siswa, tujuan klinis, maupun perkebangan anak.
Fungsi Psikotes :
  1. Fungsi Seleksi
    Tes Psikologi berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan  atau tes seleksi jabatan tertentu.
  2.  Fungsi Klasifikasi
    Untuk mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya. Atau mengelompokkan siswa kedalam program khusus tertentu.
  3. Fungsi Deskripsi
    Untuk menjelaskan profil seseorang baik kepribadian, tingkah laku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya.
  4. Mengevaluasi suatu Treatment
    Digunakan untuk menguji sebuah hipotesis dan asumsi yang ada. Tes psikologi tersusun dari sejumlah penelitian yang ilmiah sebelumnya.
Manfaat Psikotes
  1. Mengungkapkan  berbagai macam kepribadian yang tersembunyi dan sulit untuk diketahui melalui wawancara atau pengamatan biasa sehari-hari.
  2. Menjelaskan masalah psikodinamika seseorang
  3. Mengetahui apakah seseorang itu menderita gangguan jiawa atau tidak
Manfaat Psikotes bagi perusahaan adalah untuk menempatkan seseorang pada posisi yang sesuai dengan kepribadian dan keahliannya.
3.ANALISIS
                Di jaman yang sudah modern atau jaman yang sudah sangat maju ini banyak sekali informasi yang bisa kita dapatkan dari internet termasuk psikotes. Tes psikologi pada saat ini bisa dilakuka secara online di internet banyak yang menyediakan psikotes secara online gratis dan hasilnya juga bisa langsung dilihat hanya dengan waktu yang singkat.  Kita hanya mengikuti langkah-langkah yang diperintahkan dan menjawab soal-soal yang disediakan maka hasil dari psikotes kita akan keluar hanya dalam waktu beberapa menit.
Psikotes di internet banyak sekali manfaatnya salah satunya adalah  dapat membantu seseorang yang sama sekali tidak mengetahui tentang psikotes. Memberikan gambaran kepada orang-orang yang akan melakukan psikotes untuk tes masuk kerja atau saringan masuk sekolah dan memberikan tips dan trik agar sukses dalam mengerjakan psikotes. Dampak positif dari psikotes adalah seseorang yang akan melakukan psikotes untuk melamar pekerjaan bisa mencobanya terlebih dahulu diinternet agar lebih siap untuk menjawab soal psikotes pada saat melamar pekerjaan atau ujian masuk sekolah karena sebelumnya telah mempelajarinya dan lebih efisien tidak memakan waktu lama untuk mengetahui hasil psikotesnya karna hanya dengan waktu singkat hasilnya akan keluar. Dampak negatifnya adalah pengguna psikotes internet ini tidak menampilkan pribadinya yang sebenarnya. 
Kesimpulannya, semua tergantu kepada individunya itu sendiri yang menggunakan psikotes internet tersebut. Namun sebaiknya psikotes dilakukan langsung oleh ahlinya tidak dengan mengunakan psikotes yang ada diinternet karena bisa saja individu yang menggunakan psikotes di internet tidak menjadi dirinya sendiri. Hasil psikotes yang didapat merupakan rahasia yang hanya dilihat oleh individu yang melakuakannya.
4.REFERENSI
http://psikologizone.com/pengertian-ilmu-psikogi/0651110
http://www.surplusindonesi.com/2012/01/pengertian-dan-tujuan-psikotes.html
http://accuratehealth.worpress.com/2012/01/06/manfaat -psikotes/

Monday, July 8, 2013

PostHeaderIcon Tips Cantik

Tips Cantik

1. Membasuh Wajah Sedikitnya 2 Kali Sehari
mecuci wajah dengan sabun yang lembut, membantu menghilangkan minyak di permukaan kulit. Wajah yang jarang dibersihkan membuat bakteri penyebab jerawat tumbuh subur.

2.Hindari Kosmetik yang Berminyak
Seberapa pun keringat di kulit wajah, sebenarnya wajah secara alami memperoduksi minyak untuk menjaga kelembabannya.

3.Pilih Kosmetik yang Sesuai
Memakai kosmetik yang cocok membuat wajah lebih segar dan sehat. kalau kulit berminyak pilih kosmetik untuk kulit berminyak begitu pula sebaliknya.

4.Setelah Cuci Muka atau Mandi harus Dikeringkan
Bakteri atau kuman suka banget berdiam di tempat yang lembab.

5.Pake Pelembab Kulit
Kalau jenis kulit wajah kering pilih pelembab yang berbahan air jangan yang berminyak.

6.Makan Sayur dan Buah
Kulit wajah membutuhkan banyak vitamin buat merawat kesehatannya. dengan rajin memakan sayur atau buah-buahan, terutama yang mengandung vitamin E, kulit semakin sehat dan jerawat lebih bisa dicegah.

7.Minum Air Putih
Kandungan air di tubuh manusia lebih kurang 70%, begitu juga kulit. minum air minimal 2 liter sehari, dan kulit bakal lebih segar dan sehat.

8.Kulit Bersih sebelum Tidur
Sebelum tidur biasakan cuci muka dulu biar kulit bisa beregenerasi dengan baik.

9.Tidur Cukup dan Teratur
Kulit juga sama seperti tubuh yang lain butuh istirahat. biasakan tidur cukup dan teratur. saat kita tidur kulit membuang racun-racun yang berbahaya, makanya pada saat bangun wajahpun terasa segar.

PostHeaderIcon Pilihan (puisi)

Pilihan

Sekian lama aku dicekam gelisah
Dalam lilitan masalah yang tak mudah
Jiwaku terasa sangat terluka
Aku pun terpuruk dan hampir menyerah

Entah berapa kali aku menangis
Dengan hati terluka
Melihat berbagai perilaku yang tak patut
Yang telah membuatku tersudut

Walau kini dalam kerapuhan
Aku mencoba tetap bertahan
Karena aku menyakini
Akan keadilan 

PostHeaderIcon Untuk memastikan kamu suka apa yang kamu lakukan yaitu:

Untuk memastikan kamu suka apa yang kamu lakukan yaitu:

1.Riset : Pergilah ke perpustakaan atau bermain internet dan mencari  informasi lebih banyak tentang hal0hal yang menarik buatmu. Dengan begitu kamu punya informasi yang kamu butuhkan untuk menentukan pilihan masa depan yang cemerlang bagaikan bintang.

2.Membaca : Kisah perjalanan hidup seseorang asik untuk dibaca. ada ratusan judul yang bisa kamu pilih.

3.Kerjakan sesuatu : Tidak ada cara baik untuk memutuskan apa yang kamu senangi, selain mencobanya terlebih dahulu.

4.Jaringan : Tanyakan kepada keluarga maupun teman jika mereka mengenal seseorang yang bekerja di bidang yang kamu minati, dan cari tahu seperti apa rasanya, kebaikan serta keburukan.

About Me

Powered by Blogger.

Hello

Blog List

Pages

My name Nurul Reikhana Selvya (selvy). I'm school at Gunadarma Universty. I will be a Psychologist :D. And Thank You who have visited my blog.

Followers

News Studentsite